Daerah

Terkait Minyak Riau Dapat 1 Dollar, GRBB Kecam Pusat Lebih Adil dan Profisional.

PEKANBARU - merahputihterkini.com -  Pernyataan mengejutkan datang dari Gubernur Riau, Abdul Wahid dalam pertemuannya dengan Dirut Pertamina Hulu Rokan (PHR) Ruby Mulyawan, belum lama ini. menyebutkan fakta mencengangkan bahwa Riau hanya menerima satu dolar per bulan dari hasil pengelolaan minyak dan gas bumi (migas) di wilayahnya. Organisasi DPP Gerakan Riau Bangkit Bermarwah (GRBB) mengecam dan mengingatkan pemerintah pusat harus adil dan lebih Profisonal terhadap  Migas di Tanah Melayu Riau.

" Jika dari ladang-ladang minyak itu Riau hanya mendapat satu dolar perbulan, kita sangat mengencam  hal itu jelas pusat tidak adil dan profisional dari pembagian hasil Migas. kita mengingatkan  bahwa marwah Melayu tanah Riau tidak boleh tergadai, apalagi hanya dengan angka yang seupil itu, bagaimana Riau bisa baju dan membangun seharusnya negara memberi keadilan energi yang menyentuh bagi daerah penghasil seperti Riau ini,"terang ketum GRBB Riau, Sahminal Tanjung. Rabu (22/10) di Pekanbaru.

Menurutnya, Riau harus lebih lantang memperjuangkan Hak dalam bidang pendapatan Migas untuk kemajuan Riau, sebagai simbol perlawanan yang selama ini Riau terkesal di kucilkan. maka pihaknya perpesan kepada pemerintah pusat harus adil dan Profisional dalam tata kelola migas terutama bagi hasil pusat dengan daerah penghasil. karna Kalau Riau hanya dapat satu dolar per bulan, bagaimana Riau bisa menutup defisit dan membangun daerah.

"Kita mendorong Gubernur Riau untuk menyuarakan simbol perlawanan  ke pusat, Bahwa setiap tetes minyak dari bumi Riau seharusnya menjadi sumber kemakmuran masyarakat Riau. karna ketimpangan fiskal terhadap bagi hasil Migas Riau rendah sudah terlalu lama dibiarkan, maka kita tidak bisa membiarkan hal ini terus menerus dibiarkan, Riau harus menyuarakan simbol perlawanan."tegas Sahminal.

Lanjut Sahminal, Riau merupakan  daerah penghasil sumber daya alam. Riau selama ini dikenal sebagai salah satu provinsi penghasil minyak terbesar di Indonesia. daerah penghasil seperti Riau berhak mendapatkan porsi fiskal yang lebih adil untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. dan Riau butuh hasil nyata dari kekayaan alam Riau itu untuk membangun jalan yang baik, air bersih, lapangan kerja, dan fasilitas publik yang memadai.

"Saat ini masyarakat Riau masih menghadapi persoalan klasik, yakni jalan rusak, sekolah butuh perbaikan, dan Kesehatan. maka kita meminta pemerintah pusat apa yang di perjuangkan Gubernur Riau untuk menaikan pendapatan Migas untuk Riau harus di pertimbangkan dan diambil tindakan dengan segera, Riau butuh hubungan antara pusat dan daerah agar lebih proporsional dan berkeadilan dalam segi bagi hasil Migas."tegas Sahminal seraya menutupi.(nt)


[Ikuti Merahputihterkini.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar