*Setiap Tahun

Sugianto atau Kho Kok Ing Siap Sokong Kemeriahan Bakar Tongkang di Bagansiapiapi Rohil.

BAGANSIAPIAPI - MERAHPUTIHTERKINI.COM -  Tokoh masyarakat dan pengusaha, Sugianto atau Kho Kok Ing panggilan Hokkian nya selalu berpartisipasi mensukseskan Iven Ritual Bakar Tongkang yang setiap tahunnya dilaksanakan di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir. Dukungan beliau direalisasikan melalui bantuan langsung untuk berbagai kegiatan sosial, renovasi kelenteng, hingga perayaan hiburan rakyat.

"Hari ini saya berkunjung ke Bagansiapiapi,Rokan Hilir, kita mengikuti acara ritual bakar tongkang. Kegiatan ritual bakar tongkang ini merupakan sejarah yang sudah berjalan sejak dari tahun 1820-1826. Kita patut memberi apresiasi, apresiasi untuk turis yang sudah datang, mereka yang lahir di Bagansiapiapi, terutama bapak Sugianto, kami nilai tanpa beliau kegiatan ritual bakar tongkang tidak semeriah ini, bisa juga orang lain yang melakukan tapi beliau sudah berpartisipasi selama kurang lebih 10 tahun, ini sangat luar biasa, dengan keberadaan beliau bapak Sugianto bisa mendatangkan wisatawan dari mancanegara, " kata Ketua Hukum dan Ham Masyarakat Riau Indonesia (PMRI), DR. Andy Chandra Setiadji, SH.,MH di Bagansiapiapi, Selasa (30/06/2026). .

Andy Chandra juga menyampaikan, Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir bisa dikenal orang banyak yaitu salah satunya dari kegiatan ritual bakar tongkang tersebut.  

"Ritual bakar tongkang ini tetap dipertahankan, tidak hilang ditelan waktu karena iven ritual bakar tongkang ini bukan hanya tingkat nasional bahkan sudah ke tingkat internasional. Ritual bakar tongkang tahun lalu saya jumpa orang Amerika, orang Malaysia, artinya kegiatan ini sudah menjadi objek pariwisata dan akulturasi, akulturasi itu adalah suatu proses sosial dan percampuran budaya di mana dua atau lebih kebudayaan yang berbeda saling bertemu dan berinteraksi, kebudayaan yang dimiliki oleh warga masyarakat, " ujar Tokoh Tiong Hua yang punya segudang pengalaman organisasi di Indonesia.

Andy Chandra Pembina Masyarakat Rohil, juga menyebutkan, pelaksanaan ritual bakar tongkang banyak membawa manfaat dan peluang rejeki bagi masyarakat setempat.

"Bagi kita menganut agama Budha tentu disitu diberi ajaran tentang kebaikan,apa itu kebaikan, orang yang berbuat baik meskipun rejekinya belum tiba namun musibah menjauhi nya karena apa perbuatan baik itu tidak mengenal waktu kapan kita berbuat baik, karena waktu tidak bisa diperdagangkan karena kita kontrak napas, ketika kontrak napas kita belum habis apa yang kita lakukan terhadap sesama itu yang menjadi prioritas, seperti itu dalam jaran Budha. Kegiatan ini juga memberikan peluang pendapatan bagi pemakai jasa, pemakai jasa terutama bagi abang -abang becak dan usaha kuliner. Dengan dilaksanakan kegiatan ritual bakar tongkang ini juga menambah ingkam dan rejeki bagi abang-abang becak kemudian usaha kuliner, ini tidak bisa dipungkiri, " sebut Andy Chandra.

Disetiap menghadiri ritual bakar tongkang Andy Chandra tokoh yang dikenal peduli terhadap masyarakat dan tempat kelahirannya juga sering mengingatkan kepada para turis yang datang di kota Bagansiapiapi hendaknya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Saya juga bilang dengan pendatang-pendatang, kita tidak berbuat sesuatu hal yang merugikan masyarakat di daerah ini, kalau bisa dibantu apa salahnya, semisalnya kita naik becak biasa dibayar Rp. 20.000 kita bayar 50.000 atau 100.000 karena belum tentu setiap hari kita datang kesini, kita hanya datang satu tahun sekali, nah kontribusi apa yang bisa kita berikan itu yang kita lakukan, " Diingatkannya.

Selain itu Andy Chandra mengatakan  bahwa dirinya juga pernah mengingatkan bupati Rokan Hilir agar selalu untuk menjaga masyarakat Bagansiapiapi, Rohil umumnya.

"Saya ingatkan bahwa meskipun 57 tahun saya meninggalkan Bagansiapiapi tapi ini kampung halaman saya, tali pusar saya masih terkubur di Bagansiapiapi, artinya saya masih bagian dari masyarakat Bagansiapiapi, itu tidak bisa dipungkiri. Maka pernah saya mengingatkan kepada bapak bupati agar masyarakat Bagansiapiapi harus dijaga karena apa, kita ini berjemaah, momen bakar tongkang ini menjadi silaturahmi sesama saudara, sesama masyarakat, itu menjadi ajang silaturahmi, kebersamaan, kekeluargaan,sahabat dan andaitolan bisa bersatu di momentum bakar tongkang ini, " pungkasnya.(rd)


[Ikuti Merahputihterkini.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar