WNI Mulai Bernafas Lega?, Rupiah Menguat ke Rp17.900 per Dolar AS.
JAKARTA - MERAHPUTIHTERKINI.COM | Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada perdagangan Selasa (09/06/2026). Berdasarkan data yang dihimpun dari Wise.com hingga sekitar pukul 16.21 WIB, pasangan mata uang USD/IDR tercatat berada di level Rp17.998 per dolar AS.
Posisi tersebut menunjukkan penguatan rupiah sebesar 147,5 poin atau sekitar 0,81 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya yang ditutup pada level Rp18.145,5 per dolar AS. Penguatan rupiah terhadap dolar AS ini sekaligus membawa kurs rupiah kembali ke kisaran Rp17.000 per dolar AS setelah sebelumnya sempat bertahan di atas level Rp18.000 per dolar AS.
Data perdagangan menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak dalam rentang harian Rp17.973,1 hingga Rp18.218,5 per dolar AS. Pergerakan rupiah tersebut menandai berkurangnya tekanan terhadap mata uang domestik setelah kurs dolar AS sempat menyentuh level tertinggi harian di atas Rp18.200 per dolar AS.
Wise.com juga mencatat nilai pembukaan perdagangan USD/IDR berada di level Rp18.170 per dolar AS. Dibandingkan posisi pembukaan tersebut, rupiah berhasil menguat hingga kembali berada di bawah level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan sore hari. Pergerakan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap dolar AS relatif menurun dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya sehingga memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat.
*Dolar AS Masih Unggul dalam Jangka Menengah
Meski rupiah menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, secara historis pergerakan dolar AS terhadap rupiah masih menunjukkan tren penguatan dalam jangka menengah dan panjang. Dalam satu minggu terakhir, nilai tukar USD/IDR tercatat naik 1,08 persen, yang berarti dolar AS masih menguat terhadap rupiah dalam periode tersebut.
Sementara itu, dalam satu bulan terakhir, dolar AS menguat 3,82 persen terhadap rupiah. Kenaikan kurs dolar AS terhadap rupiah tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang domestik masih terlihat dalam periode bulanan.
Adapun dalam periode tiga bulan, penguatan dolar AS terhadap rupiah tercatat sebesar 6,42 persen. Dalam enam bulan terakhir, dolar AS naik 8,18 persen terhadap rupiah, sedangkan dalam satu tahun terakhir penguatan dolar AS mencapai 10,77 persen terhadap rupiah.
*Rupiah Menjauh dari Level Terlemah Tahunan
Data Wise.com juga menunjukkan rentang pergerakan USD/IDR dalam 52 minggu terakhir berada di kisaran Rp16.085 hingga Rp18.218,5 per dolar AS. Posisi rupiah saat ini berada di bawah level tertinggi tahunan dolar AS, yang berarti rupiah berhasil menjauh dari titik terlemahnya dalam satu tahun terakhir.
Meski demikian, kurs rupiah terhadap dolar AS masih berada pada level yang relatif tinggi dibandingkan sebagian besar periode dalam setahun terakhir. Karena itu, pelaku pasar, investor, dan pelaku usaha masih akan mencermati perkembangan rupiah dan dolar AS, baik yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik maupun dinamika ekonomi global.
Pergerakan rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa sore ini menunjukkan adanya pemulihan jangka pendek setelah tekanan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Namun, arah pergerakan rupiah dan dolar AS ke depan masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar, arus modal, kebijakan ekonomi, serta perkembangan kondisi keuangan global.(red/NET)



Tulis Komentar