Daerah

Zulkifli Syukur : MTQ Riau ke 44 tahun diHarapkan Bisa Membawa Efek Baik Bagi Daerah

Kuansing – merahputihterkini.com – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XLIV Tingkat Provinsi Riau 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi diproyeksikan tidak hanya menjadi wadah syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani. Ajang ini juga ditargetkan memberi efek domino pada ekonomi masyarakat serta promosi potensi daerah. 

Ribuan peserta, official, dewan hakim, dan masyarakat dari seluruh kabupaten/kota di Riau akan hadir ke Kuansing selama MTQ berlangsung. Kehadiran mereka diyakini meningkatkan aktivitas ekonomi lokal. Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau sekaligus Ketua Umum LPTQ Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, menilai MTQ membawa efek berganda bagi daerah tuan rumah. Selain memperkuat syiar Islam, kegiatan ini menggerakkan sektor jasa, perdagangan, dan promosi produk unggulan.

 “Melalui pelaksanaan MTQ, ribuan peserta, official, dewan hakim, serta masyarakat dari 12 kabupaten dan kota di Riau akan hadir di Kuantan Singingi. Kondisi ini tentu memberikan peluang bagi sektor perhotelan, penginapan, rumah makan, transportasi, usaha cenderamata, dan berbagai usaha masyarakat lainnya untuk berkembang,” terang Zulkifli Syukur di Kantor LPTQ Provinsi Riau, Senin (15/6). 

Ia menambahkan, MTQ menjadi sarana mengenalkan potensi daerah ke para tamu. Sejumlah infrastruktur pendukung seperti akses jalan dan fasilitas umum juga ikut dibenahi demi kelancaran acara.

Menurut Zulkifli, geliat ekonomi akan makin terasa lewat bazar dan pameran yang melibatkan seluruh kabupaten/kota di Riau. Ruang promosi ini membuka peluang usaha bagi warga setempat. 

“Bazar dan stand pameran yang disiapkan akan menjadi etalase produk unggulan dari masing-masing daerah. Masyarakat juga dapat memanfaatkan momentum ini untuk berjualan dan menawarkan berbagai produk maupun jasa, sehingga perputaran ekonomi selama MTQ diharapkan meningkat secara signifikan,” katanya. 

MTQ 2026 disebut membawa nuansa berbeda karena disinergikan dengan Pacu Jalur, tradisi budaya kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi. “Pelaksanaan MTQ tahun ini akan semakin semarak karena disinergikan dengan Pacu Jalur yang merupakan budaya khas Kuantan Singingi. Kolaborasi antara syiar Al-Qur’an dan pelestarian budaya daerah ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun tamu yang hadir,” ungkapnya.

 Perpaduan kegiatan keagamaan dan budaya lokal diharapkan memperluas dampak positif MTQ, mulai dari syiar Islam, promosi budaya, hingga peningkatan ekonomi warga. Dengan berbagai manfaat itu, MTQ XLIV Tingkat Provinsi Riau 2026 di Kuansing diyakini bukan sekadar kompetisi keagamaan. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat identitas daerah, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan mengenalkan kekayaan budaya Riau ke publik yang lebih luas. 

Ketua Harian LPTQ Provinsi Riau, Muhammad Tawwaf, menyebut sinergi MTQ dan Pacu Jalur sebagai langkah strategis mengenalkan budaya serta potensi ekonomi Kuansing kepada peserta dan tamu dari berbagai daerah. 

“Kami berharap pelaksanaan MTQ tidak hanya sukses dari sisi syiar dan perlombaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Dengan hadirnya ribuan peserta dan pengunjung, sektor UMKM, perdagangan, jasa, hingga pariwisata daerah diharapkan semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat,” pungkas Muhammad Tawwaf.(infotorial/diskom).


[Ikuti Merahputihterkini.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar